Transaksi properti melibatkan nilai yang besar.
Karena itu, jangan hanya fokus pada kesempatan mendapatkan harga murah.
Pastikan juga proses transaksinya aman.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Jangan Mudah Percaya pada Harga yang Terlalu Murah
Harga yang jauh di bawah harga pasar memang terlihat menarik.
Tetapi justru harus membuat kita bertanya lebih banyak.
Apa alasannya?
Apakah pemilik sedang membutuhkan dana cepat?
Apakah ada masalah legalitas?
Apakah properti sedang dalam sengketa?
Atau ada kondisi lain yang belum diketahui?
Cari tahu sebelum mengambil keputusan.
2. Kenali Siapa Penjualnya
Pastikan identitas penjual jelas.
Jika transaksi dilakukan melalui perantara, pastikan perantara tersebut memiliki hubungan dan kewenangan yang jelas dengan pemilik properti.
3. Jangan Transfer Dana Sembarangan
Sebelum melakukan pembayaran, pastikan:
Identitas penerima jelas
Tujuan pembayaran jelas
Dasar pembayaran jelas
Ada bukti tertulis
Mekanisme transaksi sudah disepakati
Untuk transaksi bernilai besar, gunakan mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan dan libatkan profesional yang relevan.
4. Periksa Legalitas
Dokumen properti harus diperiksa dan diverifikasi.
Jangan hanya percaya pada foto sertifikat atau dokumen yang dikirim melalui WhatsApp.
Pemeriksaan harus dilakukan melalui prosedur yang tepat.
5. Gunakan Notaris/PPAT Sesuai Kebutuhan
Untuk transaksi tertentu, keterlibatan notaris/PPAT sangat penting.
Profesional tersebut dapat membantu memastikan proses pembuatan dokumen dan peralihan hak dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
6. Jangan Terburu-Buru Menandatangani
Jika ada dokumen yang tidak dipahami, tanyakan.
Jika ada klausul yang dirasa tidak sesuai, diskusikan.
Transaksi properti bukan keputusan yang harus dilakukan dalam hitungan menit.
7. Waspadai Modus Penipuan
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
Penjual memaksa transfer segera
Harga terlalu murah tanpa alasan jelas
Menolak menunjukkan dokumen
Tidak mau bertemu
Menggunakan rekening pihak lain tanpa penjelasan
Memberikan informasi yang berubah-ubah
Menghindari proses verifikasi
Jika menemukan beberapa tanda tersebut, sebaiknya berhati-hati.
8. Dokumentasikan Semua Proses
Simpan semua bukti komunikasi dan transaksi.
Jangan hanya menyimpan chat.
Simpan juga dokumen resmi dan bukti pembayaran.
9. Jangan Takut Membatalkan
Jika setelah melakukan pemeriksaan ditemukan masalah serius, jangan merasa harus melanjutkan hanya karena sudah mengeluarkan waktu atau biaya.
Kehilangan sebuah kesempatan membeli properti jauh lebih baik daripada mendapatkan masalah yang lebih besar.
Kesimpulan
Transaksi properti yang aman membutuhkan tiga hal:
Informasi yang cukup.
Verifikasi yang benar.
Proses yang jelas.
Jangan membeli hanya karena takut kehilangan kesempatan.
Belilah karena Anda sudah memahami apa yang Anda beli.
Di ARINDAMA PROPERTY MATCHMAKER, kami percaya bahwa proses menemukan properti harus dilakukan dengan pendekatan yang tepat dan transparan.
Matching the Right Property with the Right Opportunity.

